Sabtu, 18 Agustus 2012

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Malam tadi Alhamdulillah Mentri Agama telah memberikan putusan tentang jatuhnya 1 syawal 1433 H pada Hari Ahad, 19 Agustus 2012. Untuk itu segenap Umat Muslim di Indonesia hari ini akan merayakan Idul Fitri secara serentak. Tidak ada lagi perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dalam penetapan 1 syawal tahun ini. Dan bagi kita semua yang telah selesai berpuasa selama 1 bulan penuh pantas bangga dan bersyukur telah melewati smuanya dan berhak meraih Kemenangan yang telah dijanjikan.. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H. Taqoballahu minna wa minkum, Taqoballahu yaa kariim, Mohon Maaf Lahir dan Batin.. Salam D'Zhongerss

Rabu, 18 Juli 2012

Ramadhan Pun Telah Tiba

Tanpa terasa hari ini tgl 19 Juli 2012, berarti kalau tidak ada perubahan maka besok tgl 20 Juli 2012 adalah hari pertama di Bulan Suci Ramadhan bagi seluruh umat Muslim. Bulan yg penuh dengan keberkahan serta limpahan pahala sudah di depan mata. sudah waktunya kita berbenah diri, merevisi setiap kesalahan serta kekhilafan yg selama ini kita lakukan baik yg disengaja maupun tidak. Demi meraih sebuah kemenangan hakiki yg dijanjikan di saat Idul Fitri nanti. Tujuan dari puasa di Bulan Ramadhan itu sendiri adalah sebagai media pengantar kita semua sebagai Muslim agar mencapai tingkat ketaqwaan yg sebagaimana Firman Allah : "Wahai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang2 sebelum kamu, agar kamu bertaqwa" (QS : Al- Baqarah, ayat : 183) Untuk itu kita berharap agar semua ibadah yg kita jalani selama Ramadhan tahun ini bisa kita laksanakan dengan penuh keikhlasan serta kekhusyuan agar di hari Raya nanti kita semua dapat menjadi orang2 yg bertaqwa seperti yg telah Allah SWT janjikan dalam FirmanNya.. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadahan 1433 H. Semoga kita semua diberi kemudahan dan kelancaran serta Ridho dari Allah SWT sampai di hari kemenangan nanti.. Amin Yaa Robbal Alamin... Salam D'Zhongerss

Selasa, 17 Juli 2012

Tangkuban Parahu Season 2

Setelah direncanakan lebih dari sebulan, akhirnya D'Zhongerss Community berangkat ke Tangkuban Parahu dengan hampir seluruh anggotanya ikut serta. Setelah pada season sebelumnya hanya saya yang berangkat. Kini akhirnya kami semua bisa berangkat, walupun masih ada beberapa anggota yang tidak bisa ikut serta dikarenakan sesuatu hal.
Keberangkatan yang awalnya direncanakan jam 7.00 pagi, harus tertunda dikarenakan masalah teknis. Akhirnya kami baru bisa berangkat pada jam 8.30 pagi. Perjalanan dengan Bus yang cukup membuat nyaman dengan fasilitas Full AC serta sarana untuk karaoke akhirnya memakan waktu yang cukup panjang dikarenakan keadaan jalan di tol cipularang yang sangat macet. Ditambah adanya sebuah kecelakaan tunggal sebuah Truck pengangkut pasir semakin menambah parah keadaan jalan saat itu. Akhirnya kamipun sampai di Tangkuban Parahu tepat pukul 14.30 dalam keadaan sangat kelelahan.
Namun rasa lelah yang mendera kami saat itu hilang dengan sendirinya ketika mendapati hawa sejuk pegunungan yang begitu terasa.
Cukup singkat waktu kami dikarenakan jam 17.00 kami harus sudah berangkat pulang kembali ke Jakarta. Untuk itu kami sangat memanfaatkan waktu yang singkat itu untuk manikmati suasana kesejukan disana sambil berfoto ria.
Apapun keadaannya tapi satu hal yang kami dapatkan dari perjalanan kali ini adalah suasana kebersamaan serta kekeluargaan yang kami dapatkan dalam moment2 seperti ini.
Salam D'Zhongerss

Senin, 05 Maret 2012

D'MagZ

Alhamdulillah, Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas berkat Rahmat serta karunianya maka terbitlah D'MagZ (Majalah anak2 D'Zhongerss). Setelah mengalami penundaan cukup lama, serta beberapa proses yang sempat mengalami kendala. Akhirnya D'MagZ pun terbit di awal maret ini.

Ucapan Terima kasih yang sebesar- besarnya kami ucapkan kepada Bpk. Bahari MDj yang telah mendukung penuh atas penerbitan Majalah ini. Serta tidak lupa pula ucapan terima kasih kepada seluruh anggota D'Zhongerss yang telah bekerja keras selama ini demi mewujudkan terealisasikannya D'MagZ ini.

Dan untuk kalian semua lah kami persembahkan D'MagZ edisi pertama ini..

Sabtu, 18 Februari 2012

"Kebobrokan itu Telah Masuk Sampai Ke Dalam Perusahaan Media Nasional"

Ternyata Keadilan di Negri ini benar- benar merupakan suatu barang langka dan sulit untuk ditemukan. Disini, keadilan sungguh bernilai mahal dan hanya berpihak kepada mereka yang memiliki kekuasaan dan harta. Bagi orang kecil dan tidak memiliki harta dan kekuasaan, maka keadilan pun menjauh dari mereka.

Kejadian yang baru saja terjadi di sebuah Perusahaan Media terkemuka Nasional menggambarkan betapa keadilan tidak berpihak kepada kaum lemah. 4 orang pekerja diperlakukan tidak manusiawi dengan di PHK saat mereka masih bekerja. Tidak ada surat peringatan, maupun pemberitahuan sebelumnya. Dan yang paling parah adalah pemecatan terhadap mereka dikarenakan fitnah yang dilakukan oleh atasan mereka sendiri. Padahal mereka hanya menjual koran- koran bekas yang sudah tidak terpakai, namun dengan kejamnya mereka dituduh menjual koran- koran baru ke agen- agen koran dengan harga miring dan merugikan perusahaan hingga ratusan juta rupiah. Mereka tidak diberi kesempatan membela diri dan mengatakan yang sebenarnya di depan Direksi. Bahkan sebelum mereka berniat melakukan pembelaan, sang atasan telah meracuni Direksi dengan tuduhan "Tidak pencurian" yang telah merugikan perusahaan tersebut.

Tidak ada orang yang bisa menolong mereka hanya karena takut dikira bersekongkol dengan mereka. Akhirnya mereka pun menerima keputusan pemecatan terhadap mereka dengan hati yang masih belum bisa menerima tuduhan- tuduhan tidak mendasar itu.

Sungguh sangat disayangkan hal ini terjadi di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Media Cetak yang telah menasbihkan diri sebagai Media Cetak Nasional peringkat 2 terbaik. karena seperti kita tau bahwa Media sebenarnya merupakan tempat orang- orang yang selama ini harusnya bersikap netral dan kritis. Namun disini ternyata terjadi juga ketidak adilan bagi kaum kecil. Dimana hukum, dimana keadilan..??

Akhirnya ke-4 orang itu hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan pahit. Dan hanya bisa berharap bahwa keadilan dari Tuhan yang akan mereka dapatkan. Demi memperbaiki kehidupan mereka nantinya. Dan menyadarkan orang- orang yang telah mendzalimi mereka.

Jumat, 27 Januari 2012

Memetik Pelajaran Dari Peristiwa Minggu Siang di Tugu Tani

Jakarta - Minggu, 22 Januari 2012. Seperti hari minggu biasanya, hari itu pun berjalan tanpa ada yang spesial menghiasi kota ini. hanya keramaian car free day yang memang rutin diadakan Pemda Jakarta setiap minggu pagi. Hingga akhirnya sekitar pukul 11.12 WIB sebuah musibah kecelakaan yang merenggut 9 nyawa dan 4 korban luka akibat kelalaian seorang pengendara wanita bernama Afriani Susanti di Halte Bus Tugu Tani membuat minggu siang itu suasana Jakarta diselimuti kabut duka terutama bagi keluarga para korban yang harus kehilangan sanak keluarga mereka karena menjadi korban dalam kecelakaan maut itu.

Sungguh minggu siang yang begitu mencekam di sekitar lokasi kejadian, jerit, tangis, serta teriakan minta tolong memecah keheningan siang itu. warga sekitar lokasi kejadian, tukang ojek serta beberapa pengendara yang melintas langsung berhamburan berusaha menolong para korban dan hampir saja terjadi amuk masa terhadap si pengendara Xenia tersebut namun dapat dilerai oleh polisi yang berada di lokasi kejadian.

Mulai dari anak- anak yang sedang berjalan kaki setelah bermain futsal di sekitar monas hingga satu keluarga yang baru pulang dari monas menjadi korban dalam peristiwa memilukan itu. Tampang tidak bersalah yang ditunjukan sipengemudi Xenia membuat semua orang merasa geram dan terus mengutuk akibat dari perbuatannya. Apalagi setelah sehari kemudian pihak Polda Metro Jaya mengeluarkan hasil laboratorium yang mengungkapkan bahwah Afriani positif mengkonsumsi Narkoba, pandangan masyarakat semakin sinis terhadapnya. Gunjingan serta sindiran semakin menyeruak di tengah masyarakat terhadap wanita berusia 29 th itu.

Terlepas dari semua penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan maut tersebut, banyak pelajaran yang seharusnya bisa dipetik banyak pihak. Diantaranya bagi pihak kepolisian harus mulai berbenah dalam menerapkan aturan serta kebijakan bagi para pengendara agar tidak ada lagi pelanggaran yang bisa menyebabkan peristiwa fatal seperti minggu siang itu. Jangan beri celah terhadap para pelanggar dengan memudahkan proses damai di tempat seperti yang saat ini selalu terjadi dan sudah bukan menjadi rahasia lagi di kalangan masyarakat kita. Karena hal buruk tersebut hanya akan berimbas kepada semakin diremehkannya peraturan- peratuan lalu lintas yang sudah dibuat untuk dilanggar.

Bagi masyarakat pengguna jalan, baik yang berkendara, pengguna angkutan umum maupun yang berjalan kaki agar bisa lebih dewasa lagi saat berada di jalan. Untuk para pengendara agar dapat beriskap dewasa dengan tidak melanggar peraturan lalu lintas seperti tidak menerobos Traffic light, menggunaka helm dengan benar, tidak sembarangan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, tidak berhenti sembarangan bagi para supir angkutan umum dengan didukung oleh para penggunanya juga yang tidak sembarangan memberhetikan angkutan sesuka hati mereka. walaupun terlihat sepele, namun penyesalan selalu datang setelah adanya kejadian. Seperti saat menerobos traffic light, padahal memang terlihat sepele. Tapi jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan kecelakaan, apakah akan tetap sepele??

Bagi para pejalan kaki, ada baiknya tidak lagi meremehkan keselamatan lagi. misalanya dengan tidak menyebrang disembarang tempat. Menyebranglah di Jembatan penyebrangan yang memang telah disediakan. walaupun kita harus sedikit cape karena harus naik-turun tangga, namun tidak akan ada penyesalan ketika kita bisa berfikir dampak dari apa yang kita perbuat. Tidak akan ada penyebrang jalan yang tertabrak kendaraan yang sedang melintas.

Dan disinilah intinya, bahwa kedewasaan dalam bertindak dapat membuat kenyamanan bagi semua. Tidak ada lagi kekcelakaan akibat kelalaian, tidak ada lagi kecelakaan akibat kecerobohan. Seandainya terjadi pun murni hanya karena insiden saja.

Khusus untuk masalah Narkoba yang dikonsumsi Pelaku, sepertinya ini adalah sindiran bagi para penegak hukum bahwa penangan terhadap kasus Narkoba belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Padahal di Indonesia sudah ada BNN (Badan Narkotika Nasional), namun terkesan tidak berfungsi dengan baik. Bahkan sangat mengenaskan bila aparat penegak hukum itu sendiri yang masih berbisnis atau sekedar jadi pengguna barang haram tersebut.

Untuk itulah hanya kesadaran dari kita semua lah yang bisa merubah keterpurukan ini. Bersikap Dewasa dan memegang teguh aturan yang sudah ada, akan mampu membawa kita pada kenyamanan dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Dan mudah- mudahan tidak terjadi lagi peristiwa memilukan seperti pada minggu siang itu.

by : Ardie Haji Ayub

Senin, 23 Januari 2012

Bandeng Pucung, Bukti Rasa Sayang Menantu kepada Sang Mertua...

Perayaan Imlek bagi beberapa orang mungkin terlihat biasa, terutama bagi sebagian besar orang yang tinggal di kota besar. Hanya perayaan penuh kemeriahan yang diisi dengan berbagai macam kegiatan hiburan ala masyarakat Tiong Hoa. Mulai dari sembahyang di kuil sampai dengan atraksi barongsai yang menghiasi sebagian besar tempat hiburan mulai dari cafe hingga mall. Perayaan Imlek sakral bagi yang merayakannya yakni masyarakat Tiong Hoa, namun bagi mereka yang selain warga keturunan, perayaan ini hanya sekedar hiburan dikala mengisi waktu libur bersama keluarga dan juga kerabat.

Namun, mungkin sebagian besar orang tidak ada yang mengetahui bahwa Perayaan Imlek setiap tahunnya juga menjadi sakral bagi masyarakat Betawi. Bukan karena mereka ikut merayakan Imlek, melainkan kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama di kalangan masyarakat Betawi setiap kali perayaan Imlek tiba. Yaitu setiap wanita Betawi yang sudah menikah selalu menyempatkan diri untuk membuat masakan yang dinamakan Bandeng Pucung untuk dibawa ke rumah mertua mereka.

Yups, Bandeng Pucung. Sebuah masakan yang terkesan sederhana karena hanya terdiri dari Ikan bandeng yang diberi kuah mirip seperti semur karena berwarna agak kecoklatan, namun bermakna luas dan sampai detik ini masih disakralkan oleh sebagian besar masyarakat Betawi.

Apa yang membuatnya terkesan menarik..?? Besar ikan bandeng yang diolah itulah yang membuatnya spesial. karena jauh lebih besar dari masakan sejenis yang hanya dibuat untuk pengisi menu makan sehari- hari. Dan disitulah seninya, dimana sebagian besar masyarakat betawi percaya bahwa Bandeng Pucung yang dibuat dapat mengukur seberapa besar rasa sayang seorang menantu wanita terhadap mertuanya. Semakin besar ukuran ikan bandengnya, maka semakin besar pula rasa sayang si menantu terhadap mertuanya.

Tidak ada yang tau pasti sejak kapan budaya ini berlangsung, namun disinilah terlihat bahwa keberagaman itu indah. Dalam kemeriahan Perayaan Imlek yang notabene hanya dirayakan oleh Masyarakat Tiong Hoa, ada Masyarakat Betawi yang juga memiliki kebiasaan unik dan secara tidak langsung melengkapi kemerihan Perayaan Imlek tiap tahunnya.

Selamat Tahun Baru Imlek 2563... Ghong Xi Fa Chai

by : Ardie Haji Ayub